Bacaan Dzikir Setelah Shalat Yang di Contohkan Nabi SAW

November 02, 2017
Bacaan Dzikir Setelah Shalat Yang di Contohkan Nabi SAW

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Yang di Contohkan Nabi SAW


Berikut adalah Bacaan Dzikir Setelah Sholat yang di contohkan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam :


1. Mengucap ISTRIGFAR (Astaghfirullah hal adzim)
Setelah salam lalu mengucap istigfar :

أَسْتَغْفِر ُاللهَ

"Aku mohon ampun kepada Allah." (Tiga kali).

2. Lalu membaca :

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

"Ya Allah, Engkau-lah as-salaam (pemberi keselamatan). Dari-Mu-lah keselamatan. Mahasuci engkau, wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan." (HR. Muslim)

3. Kemudian membaca "Subhanallah" :

سُبْحَانَ اللهِ

"Mahasuci Allah." (Tiga puluh tiga kali)

4. Dan membaca "Alhamdulillah" :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ 

"Segala puji bagi Allah." (Tiga puluh tiga kali)

5. Dan membaca "Allahuakbar"  :

الله أكبر 

"Allah Mahabesar." (Tiga puluh tiga kali)

5. Dan untuk menyempurnakannya menjadi seratus, yakni mengucapkan :

لآ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

"Tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tdak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya-lah kerajaan, hanya bagi-Nya-lah segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR. Muslim)

6. Kemudian membaca ayat Kursi, yakni firman Allah Ta'ala :

اَللهُ لآاِلهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ 

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah : 225)

7. Kemudian membaca surat Al-Ikhlas :

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

"Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3).  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4)." (QS. Al-Ikhlas : 1-4)


8. Membaca surat Al-Falaq  :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾٥ 

"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh (1), dari kejahatan makhluk-Nya (2), dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3), dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (4), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki (5)." (QS. Al-Falaq : 1-5)

9. Membaca surat An-naas  :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ  وَالنَّاسِ (6

"Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia (1).Raja manusia (2). Sembahan manusia (3). Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi(4), 
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5), dari (golongan) jin dan manusia (6)." (QS. An-naas : 1-6)

Ayat-ayat diatas dibaca setiap kali setelah selesai shalat fardhu. (HR. Abu Dawud). Masing-masing surat disunahkan dibaca tiga kali setelah shalat Maghrib dan Shubuh.


"Sesungguhnya segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam."

Semoga bermanfaat..

Referensi :

Shifatu Shalatun Nabiyyi minat Takbiiri ilat Tasliim, 'Abdullah bin 'Abdurrahman al-Jibrin, Darul Wathan.



Artikel Terkait

Previous
Next Post »