Loading...

Bacaan Surat Al-Falaq Beserta Artinya

November 13, 2017 Add Comment
 الفلق
AL-FALAQ
(Waktu Subuh) 
Surat ke-113 : 5 ayat


Bacaan Surat Al-Falaq Beserta Artinya

Muqaddimah : Surat ini terdiri dari 5 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan setelah surat Al-Fiil. Nama "Al Falaq" di ambil dari kata Al Falaq yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya waktu subuh. Diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmidzi, dan An Nasa'i dari 'Uqbah bin 'Amir bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersembahyang dengan membaca surat Al Falaq dan surat An Naas dalam perjalanan.
Pokok-pokok isinya : Perintah agar kita berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari segala macam kejahatan.


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bismilllahir rahmaanir rahim
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۙ١

1. Qul a'uudzu bi rabbil falaq
"Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),"

مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ ۙ٢

2. Min syarri maa khalaq
"dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,"

وَمِنْ شَرِّغَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ ۙ٣

3. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab
"dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,"

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِ ۙ٤

4. Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqad
"dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada pada buhul-buhul (talinya)," 

وَمِنْ شَرِّحَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ؑ٥

5. Wa min syarri haasidin idzaa hasad
"dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."



Penutup : Surat Al Falaq memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari segala kejahatan.

Hubungan Surat Al Falaq dengan Surat An Naas :
  • Kedua-duanya sama-sama mengajarkan kepada manusia, hanya kepada Allah lah menyerahkan perlindungan dari segala sisi kejahatan.
  • Surat Al Falaq memerintahkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan, sedang surat An Naas memerintahkan untuk memohon perlindungan dari jin dan manusia.

Referensi :

Tafsir Al-'USYR AL-AKHIR dari Al Qur'an Al Karim

Bacaan Surat An-Naas Beserta Artinya

November 13, 2017 Add Comment
الناس
AN-NAAS
(Manusia) 
Surat ke-114 : 6 ayat


Bacaan Surat An-Naas Beserta Artinya

Muqadddimah : Surat ini terdiri dai 6 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan setelah surat Al-Falaq. Nama "An Naas" di ambil dari "An Naas" yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia.
Pokok-pokok isinya : Perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.  


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bismilllahir rahmaanir rahim
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."


قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١

1. Qul a'uudzu birabbin naas
"Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia."

مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢

2. Maliki nnaas
"Raja manusia."

إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣

3. Ilaahi nnaas
"Sembahan manusia."

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤

4, Min syarri lwaswaasi lkhannaas
 "Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,"

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥

5. Alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas
"yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦

6. Mina ljinnati wannaas
"dari jin dan manusia."


Penutup : Al-Qur'an dimulai dengan surat Al-Faatihah yang di antara isinya ialah agar manusia memohon hidayah ke jalan yang lurus dan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan diakhiri dengan surat An Naas yang di anjurkan manusia agar memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan. 

Tulisan Arab Surah Al-Fatihah Dan Artinya

November 13, 2017 Add Comment
Tulisan Arab Surah Al Fatihah Dan Artinya
AL-FAATIHAH
(Pembukaan) 
Surat ke-1 : 7 ayat

Muqaddimah : Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Qur'an dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Qur'an. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Qur'an, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap shalat.
Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang.

Pokok-pokok isinya :
1. Keimanan :
  • Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.
  • Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat no. [6].
2. Hukum-hukum :
  • Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.
3. Kisah-kisah :
  • Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebagian besar dari ayat-ayat Al Qur'an memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Tulisan Arab Surah Al-Fatihah Dan Artinya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (١

1. Bismilllahir rahmaanir rahim
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  (٢

2. Alhamdu lillahi rabbil 'alamiin
"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (٣

3. Arrahmaanir rahiim
"Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ  (٤

4. Maaliki yaumid diin
"Yang menguasai hari Pembalasan."

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ  (٥

5. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
"Hanya kepada Engkaulah Kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan."

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  (٦

6. Ihdinash shiraathal mustaqiim
"Tunjukanlah kami ke jalan yang lurus."

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ  (٧

7. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim wa ladh dhaalliin
"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."


Penutup :
  • Surat Al Faatihah ini melengkapi unsur-unsur pokok syari'at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Quran yang 113 surat berikutnya. 
  • Persesuaian surat ini dengan Surat Al Baqarah dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat yang sesudahnya. 
  • Dibagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan kejalan yang lurus, sedang surat Al Baqarah dimulai dengan penunjukan al Kitaab (Al Qur'an) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

Referensi :

Tafsir Al-'USYR AL-AKHIR dari Al Qur'an Al Karim

15 Keutamaan Membaca Al-Qur'an Menurut Hadits

November 09, 2017 1 Comment
15 Keutamaan Membaca Al-Qur'an Menurut Hadits

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

15 Keutamaan Membaca Al-Qur'an Menurut Hadits


Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah kalam Allah Subhanahu Wa Ta'ala berupa mukjijat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam secara berangsur-angsur sebagai petunjuk bagi umat manusia hingga akhir zaman, ditulis dalam mushaf diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas, diriwayatkan secara mutawatir dan membacanya termasuk ibadah.

Seorang yang selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an, yakni dengan mengimaninya, menerapkan tajwid dan makhraj dalam membacanya, mendengarkan, manghafal, memahami maknanya, ataupun mengamalkanya dengan menjadikannya sebagai pedoman dan hujjah dalam kehidupannya, maka ia akan mendapatkan keutamaan dan kemuliaan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala baik di dunia maupun di akhirat.

Berikut adalah beberapa Keutaman Membaca Al-Qur'an :

1. Mendapatkan pahala yang berilipat ganda.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an) maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatkan sepuluh kali pahala. Tidak aku katakan 'Alif lam mim' itu satu huruf, akan tetapi Alif sau huruf, lam satu huruf, mim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)

2. Diampuni dosanya dan tidak disiksa Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Bacalah Al-Qur'an karena Allah Swt tidak akan menyiksa hati yang berisi (hafal) Al-Qur'an dan sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah hidangn dari Allah, barang siapa masuk padanya maka ia akan aman dan barang siapa mencintai Al-Qur'an, maka bergembiralah." (HR. Ad-Darimi)

3. Mendapatkan syafa'at (pertolongan) dari Al-Qur'an)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

"Bacalah Al-Qur'an, sesungguhnya pada hari kiamat nanti ia (Al-Qur'an) akan menjadi pemberi syafa'at bagi para pembacanya." (HR. Muslim)

4. Mendapatkan nikmat (derajat) kenabian, hanya saja ia tidak mendapatkan wahyu.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Barang siapa yang membaca Al-Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diberikan wahyu kepadanya." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

5. Dikategorikan sebagai orang baik secara lahir dan batin.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur`an seperti buah sitrun (Citrus Medica) yang baunya harum dan rasanya sedap. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an seperti buah kurma, tidak berbau dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur`an seperti sekuntum bunga, baunya harum dan rasanya pahit. Perumpaan seorang munafiq yang tidak membaca Al-Qur`an seperti buah Hanzhalah (Colocynth) tidak berbau dan rasanya pahit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Termasuk golongan yang terbaik

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi di Surga.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"(Pada hari kiamat), dikatakan kepada pembaca Al-Qur'an, 'Bacalan dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu menartilkan Al-Qur'an di dunia, sesungguhnya kedudukan mu (di Surga) di Akhir ayat yang engkau baca." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Dikumpulkan bersama para Malaikat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

"Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti (taat). Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala." (HR. Muttafaq Alaih)

9. Mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Sesungguhnya Allah akan meninggikan (kedudukan) beberapa kaum denganAl-Qur'an dan akan merendahkan  (kedudukan) kaum yang lain dengan Al-Qur'an." (HR. Muslim)

10. Mendapat pemberian yang paling utama dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam hadits Qudsi, yang artinya :

"Barangsiapa tersibukan oleh Al-Qur'an dan dzikir kepad-Ku dari meminta-Ku, maka Aku akan berikan padanya pemberian yang paling utama yan Aku berikan kepada orang-orang yang meminta (kepada-Ku)." (HR. At-Tirmidzi)

11. Orang tuanya mendapat mahkota kemuliaan di akhirat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya maka pada hari kiamat Allah akan mengenakan kepada kedua orang tuanya mahkota (kemuliaan) yang cahanya lebih bagus daripada cahaya matahari dalam rumah-rumah di dunia ini. Lalu apa dugaan kalian pada orang yang melakukan hal ini (membaca dan menghafal Al-Qur'an)." (HR. Abu Daud)

12. Menjadi keluarga Allah yang berada di atas bumi.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Sesungguhnya Allah Swt itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia," lalu para sahabat bertanya, "Siapakan mereka itu ya Rasulullah?" yaitu ahlul Qur'an. Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah." (HR. Ahmad, An-Nasai, Ibnu Majah, Ad Darimi dan Al-Hakim)

13. Mendapatkan ketentraman dan rahmat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam sebuah rumah dari rumah-rumah Allah, sedangkan mereka membaca kitabullah (Al-Qur'an) dan mempelajarinya kecuali ketenangan turun (datang) kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, para Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka pada orang-orang (penduduk langit) yang ada di sisi-Nya." (HR. Muslim)

14. Rumah yang di dalamnya dibaca ayat-ayat Allah akan terlihat oleh penduduk langit yaitu para malaikat, dan rumah yang tidak disebut di dalamnya ayat Allah ibarat rumah Yahudi dan Nasrani.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Jadikanlah bacaan (Al-Qur'an) dan shalat kalian di rumah kalian, dan janganlah jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sebagimana orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan rumah mereka kuburan. Sesungguhnya rumah yang dibaca di dalamnya Al-Qur'an maka akan terlihat oleh penduduk langit sebagimana terlihatnya bintang oleh penduduk bumi." (HR. Ibnu Abi Syaibah)

15. Setan akan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah." (HR. Muslim)


Demikinlah beberapa keterangan dari "15 Keutamaan Membaca Al-Qur'an Menurut Hadits", semoga setelah kita megetahuinya kita lebih semangat dan giat lagi dalam membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan Al-Qur'an.

"Sesungguhnya segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam."

Semoga bermanfaat..


Referensi :

Adz-Dzikrwa ad-Du'a wa al-llaj ar-Ruqa min al-Kitab wa as-Sunnah, Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Maktabah Ar-Rusyd, Mamlakah Al-Arabiyah As-Su'udriyyah.




Bacaan Dzikir Setelah Shalat Yang di Contohkan Nabi SAW

November 02, 2017 Add Comment
Bacaan Dzikir Setelah Shalat Yang di Contohkan Nabi SAW

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Yang di Contohkan Nabi SAW


Berikut adalah Bacaan Dzikir Setelah Sholat yang di contohkan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam :


1. Mengucap ISTRIGFAR (Astaghfirullah hal adzim)
Setelah salam lalu mengucap istigfar :

أَسْتَغْفِر ُاللهَ

"Aku mohon ampun kepada Allah." (Tiga kali).

2. Lalu membaca :

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

"Ya Allah, Engkau-lah as-salaam (pemberi keselamatan). Dari-Mu-lah keselamatan. Mahasuci engkau, wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan." (HR. Muslim)

3. Kemudian membaca "Subhanallah" :

سُبْحَانَ اللهِ

"Mahasuci Allah." (Tiga puluh tiga kali)

4. Dan membaca "Alhamdulillah" :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ 

"Segala puji bagi Allah." (Tiga puluh tiga kali)

5. Dan membaca "Allahuakbar"  :

الله أكبر 

"Allah Mahabesar." (Tiga puluh tiga kali)

5. Dan untuk menyempurnakannya menjadi seratus, yakni mengucapkan :

لآ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

"Tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tdak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya-lah kerajaan, hanya bagi-Nya-lah segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR. Muslim)

6. Kemudian membaca ayat Kursi, yakni firman Allah Ta'ala :

اَللهُ لآاِلهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ 

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah : 225)

7. Kemudian membaca surat Al-Ikhlas :

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

"Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3).  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4)." (QS. Al-Ikhlas : 1-4)


8. Membaca surat Al-Falaq  :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾٥ 

"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh (1), dari kejahatan makhluk-Nya (2), dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3), dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (4), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki (5)." (QS. Al-Falaq : 1-5)

9. Membaca surat An-naas  :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ  وَالنَّاسِ (6

"Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia (1).Raja manusia (2). Sembahan manusia (3). Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi(4), 
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5), dari (golongan) jin dan manusia (6)." (QS. An-naas : 1-6)

Ayat-ayat diatas dibaca setiap kali setelah selesai shalat fardhu. (HR. Abu Dawud). Masing-masing surat disunahkan dibaca tiga kali setelah shalat Maghrib dan Shubuh.


"Sesungguhnya segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam."

Semoga bermanfaat..

Referensi :

Shifatu Shalatun Nabiyyi minat Takbiiri ilat Tasliim, 'Abdullah bin 'Abdurrahman al-Jibrin, Darul Wathan.



Hadits Shahih Tentang Dzikir

November 01, 2017 Add Comment
Hadits Shahih Tentang Dzikir

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Hadits Shahih Tentang Dzikir


Berikut adalah Hadits Shahih Tentang Dzikir yang perlu kita ketahui :


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Maka ingatlah Aku niscaya Aku mengingat kalian, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan lah kalian mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al-Baqarah : 152)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا الَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا.

"Hai orang-orang yang beriman ingatlah Allah sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab : 41)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

"Dan laki-laki maupun perempuan yang banyak mengingat Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab : 35)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

 وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ.

"Dan ingatlah Rabbmu dalam hati dengan merendahkan diri dan rasa takut dan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf : 205)

Senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hasyr : 19)

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya laksana orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari serta Fanthul Baari 11/208, Muslim 1/539, dengan lafadz. "Perumpamaan antara rumah yang digunakan untuk mengingat Allh dengan rumah yang tidak digunakan untuk mengingat Allah laksana orang hidup dan mati."

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Maukah kalia aku beritahu tentang sebaik-baik amalan, tersuci dan tertinggi derajatnya disisi Sang Pencipta kalian, lebih baik dari pada infaq emas dan perak, lebih dari pada kalian bertemu musuh lalu kalian membunuh mereka atau terbunuh oleh mereka?" Para sahabat menjawab, "Tentu" Beliau bersabda : " Berdzikir mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala." (HR. Tirmidzi 5/459, Ibnu Majah 2/1245, lihat Shahih Ibnu Majah 2/316)

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga bersabda : dalam hadits Qudsi, Allah berfirman, yang artinya :

"Aku bergantung pada prasangka hamba-Ku. Aku selalu bersama hamba-Ku, jika ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam hatinya , Aku nmengingatnya  dalam diri-Ku, apabila ia Mengingat-Ku pada keramayan orang,  Aku akan mengingatnya pada keramaian orang (para malaikat) yang lebih baik dari mereka. Apabila ia mendekat pada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat padanya sedepa dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan Aku mendatanginya dengan berlari-lari kecil." (HR. Bukhari 8/171, Muslim 4/2061, dan lafadz oleh Bukhari)

Dari Abdullah bin Busri Radhiallah bahwasannya seorang laki-laki bertanya :

"Ya Rasulullah sesungguhnya syari'at Islam sangat banyak atasku, kabarkan padaku akan sesuatu yang dapat mengingatkanku dengannya?" Beliau bersabda : "Senantiasa basahilah lisanmu dengan dzikir (ingat kepada Allah." (HR. Tirmidzi 5/458, Ibnu Majah 2/1246, lihat Shahih Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/317)

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Barang siapa mebaca satu huruf dalam Al-Qur'an maka ia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan akan dilipat gandakan menjadi 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif laam miim satu huruf melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Tirmidzi 5/175 dan lihat, Shahih Tirmidzi 3/9 serta Shahih Jami' Ash Shogir 5/340)

Dari Uqbah bin Amir Radhiallah berkata :

"Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam keluar pada saat itu kami berada di serambi masjid, lalu beliu bertanya : "Apakah kalian suak setiap pagi pergi ke Buthhan atau Al-Aqiq dengan membawa dua unta kumawaini (besar punuknya dan gemuk) yang tidk menyebabkan dosa dn tidk memutuskan tali persaudaraan?" Kami menjawab : "Ya!, wahai Rasulullah kami menyukai hal itu". Rasulullah bersabda : "Mengapa diantara kalian tidak berangkat ke masjid dipagi hari lalu mengajar atau membaca dua ayat dari kitabullah itu lebih baik dari dua ekor unta, dan tiga (ayat) lebih baik dari tiga (unta), empat lebih baik dari empat dan sejumlahnya ayat yang dibaca lebih baik dari sejumlah unta." (HR. Muslim 1/553)

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Barang siapa yang duduk di suatau tempat sedang dia tidak mengingat Allah, berarti ia mendapat kerugian dan kekurangan dari Allah. Barang siapa berbaring di suatu tempat tidak mengingat Allah, maka ia mendapat kerugian dan kekurangan dari Allah." (HR. Abu Dawud 4/264 dan lainnya, lihat Shahih Al jami' 5/140)

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Tidaklah suatu kaum duduk di suatu majelis tidak mengingat Allah dan tidak membaca shalawat atas Nabinya, maka mereka mendapat kekurangan dan kerugian. Apabila Allah berkehendak, Dia akan menyiksa atau mengampuni mereka." (HR. Tirmidzi dan lihat Shahih Tirmidzi 3/140)

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya :

"Tidaklah suatu kaum berdiri meningglakan (bubar) dari suatu majelis tidak mengingat Allah kecuali mereka sepeti berdiri dari bangkai keledai dan akan mendapat penyesalan." (HR. Abu Dawud 4/264, Ahmad 2/389 dan lihat Shahih Al Jami' 5/176)


Demikianlah penjelasan berberapa Hadits yang menerangkan tentang Dzikir dan tentunya masih banyak lagi hadits-hadits yang lainnya. Semoga bisa menjadi penyemangat bagi kita dalam menjaga lisan ini dan selalu terus berdzikir mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.  

"Sesungguhnya segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

Semoga bermanfaat ..

Referensi :

Hisnul Muslim, Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qaththani

Amalan-Amalan Setelah Shalat Sesuai Sunnah

Oktober 31, 2017 Add Comment
Amalan-Amalan Setelah Shalat Sesuai Sunnah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Berikut adalah Amalan-Amalan Setelah Shalat yang benar sesuai contoh dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam :


1. ISTRIGFAR Setelah SALAM
Setelah salam, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam selalu mengucapkan istigfar :

أَسْتَغْفِر ُاللهَ

"Aku mohon ampun kepada Allah." (Tiga kali).

Dan beliau membaca :

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

"Ya Allah, Engkau-lah as-salaam (pemberi keselamatan). Dari-Mu-lah keselamatan. Mahasuci engkau, wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan." (HR. Muslim)

Dua bacaan diatas beliau ucapkan sebelum menghadap kepada para makmum, ketika beliau menjadi imam. Tegasnya, beliau tetap menghadap kiblat sekesar membaca du bacaan diatas.

2, BERPALING menghadap para MAKMUM
Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berpaling menghadpkan mukanya kepada para makmum, ketika berpalng kepada makmum, seringnya beliau memutar tubuhnya ke arah kanan (180 derajat). Namun kadang-kadang beliau memutarnya ke arah kiri (180 derajat).

3.Disyari'atkan DZIKIR setelah SHALAT
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah mensyari'atkan dzikir setelah shalat bagi umatnya. Di antaranya :

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

"Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Bagi-Nya-lah seluruh kerajaan, dan bagi-Nay-lah segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya (untuk melkukan ketaatan) dan tidak ada kekuatan (untuk meninggalkan kemaksiatan) kecuali dengan (pertolongan) Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadhi dengan benar kecuali Allah. Kami tidk beribdah, kecuali kepada-Nya. Milik-Nya-lah segala kenikmatan, dan hanya milik-Nya-lah segala karunia, dan hanya bagi-Nya-lah segala sanjungan yang baik. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan kami beribadah dengan memurnikan niat bagi-Nya semata, sekalipun orang-orang kafir menaruh kebencian." (HR. Musilm)

Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam membaca :

سُبْحَانَ اللهِ

"Mahasuci Allah." (Tiga puluh tiga kali)

Dan membaca :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ 

"Segala puji bagi Allah." (Tiga puluh tiga kali)

Dan membaca :

الله أكبر 

"Allah Mahabesar." (Tiga puluh tiga kali)

Dan untuk menyempurnakannya menjadi seratus, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengucapkan :

لآ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

"Tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa, tdak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya-lah kerajaan, hanya bagi-Nya-lah segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR. Muslim)

Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam membaca ayat Kursi, yakni firman Allah Ta'ala :

اَللهُ لآاِلهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ ج لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ ط لَهُ مَافِى السَّموَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ قلى مَنْ ذَالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّبِاِذْنِه ط يَعْلَمُ مَابَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ ج وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِه اِلاَّبِمَاشَآءَ ج وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضَ ج وَلاَيَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ 

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah : 225)

Kemudian membaca surat Al-Ikhlas :

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤


"Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3).  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4)." (QS. Al-Ikhlas : 1-4)


Dan membaca surat Al-Falaq  :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾٥ 

"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh (1), dari kejahatan makhluk-Nya (2), dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3), dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (4), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki (5)." (QS. Al-Falaq : 1-5)

Dan membaca surat An-naas  :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ  وَالنَّاسِ (6

"Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia (1).Raja manusia (2). Sembahan manusia (3). Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi(4), 
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5), dari (golongan) jin dan manusia (6)." (QS. An-naas : 1-6)

Ayat-ayat diatas dibaca setiap kali setelah selesai shalat fardhu. (HR. Abu Dawud). Masing-masing surat disunahkan dibaca tiga kali setelah shalat Maghrib dan Shubuh.

4. Disyari'atkan SHALAT SUNNAH sebelum dan sesudah SHALAT FARDHU
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam mensyari'atkan shalat sunnat bagi umatnya sebelum dan sesudah 
shalat fardhu, secara umum, yang disebut shalat sunnah rawaatib. Beliau bersabda :

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ

"Barang siapa shalat (sunnah) rawatib dua belas raka'at sehari semalam, maka Allah membangunkan sebuah rumah baginya di Surga." (HR. Ahmad no. 6360)

Dua belas reka'at itu yaitu :
  • Dua raka'at sebelum shalat Fajar (Shubuh)
  • Empat raka'at sebelum shalat Zhuhur, dan dua reka'at setelahnya
  • Dua raka'at setelah shalat Maghrib
  • Dua raka'at setelah shalat 'Isya'
Disunnahkan pula shalat sunnah empat raka'at sebelum 'Ashar, dua raka'at sebelum Maghrib, dan dua reka'at sebelum 'Isya. Ada hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam shahih yang menunjukan hal ini.

Yaitu : 

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ

"Di antara dua adzan (adzan dan iqamat) ada shalat." (HR. al-Bukhari)

Ket. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengucapkan tiga kali, dan setelah itu beliau bersabda : "Bagi orang yang mau."

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pun mendorong umatnya untuk membiasakan shalat sunnah yang mudah mereka lakukan. Diantaranya shalat malam, shalat Dhuha, shalat tarawih di bulan Ramadhan, dan selainya yang shahih dari Nabi Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

5. Dalam shalat, wanita melakukan segala sesuatunya sama dengan laki-laki
Jadi secara umum tidak ada yang dikecualikan. Perbedan itu hanya dalam beberapa masalah saja, seperti pakaian yang menutup aurat dan masalah bacaan. Dalam hal ini, laki-laki mengeraskan bacaanya pada shalat-shalat jahriyyah, sedangkan wanita itu disunnahkan untuk membacanya secara siir (lirih, tidak dengan suara keras).

6. Inilah yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala mudahkan dalam penyusunan tata cara shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dari takbir hingga salam

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beliau bersabda :

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

"Shalatlah kalian (dengan tata cara) sebagaimana yang kalian lihat dariku ketika aku shalat." (HR. Muttafaq 'alaih)

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengabarkan bahwa shalat adalah penyejuk mata beliau dapat beristirahat.

Seorang muslim wajib menjaga shalatnya sebagaimana mestinya, sehingga shalatnya dapat jadi penerang dan penyelamat baginya dihari Kiamat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Wallaahu a'lam. 

"Sesungguhnya segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam."

Semoga bermanfaat..

Referensi :

Shifatu Shalatun Nabiyyi minat Takbiiri ilat Tasliim, 'Abdullah bin 'Abdurrahman al-Jibrin, Darul Wathan.